Upaya meningkatkan pembelajaran di TPQ dan Majelis Ilmu di Masjid Aldiva KBB

 

Kegiatan keagamaan merupakan budaya yang dilakukan secara terus menerus oleh masyarakat Indonesia, majelis ilmu ada dalam kegiatan tersebut, diantaranya kajian ilmu, pengajian dan taman baca alquran, kajian ilmu dipimpin oleh ustad yang berkompeten dibidangnya pembahasannya mengenai aqidah akhlak, fiqih dll, pengajian dipimpin oleh ustad yang membahas alquran, membaca alquran, tahsin, tahfidz, tadjwid dll, sedangkan TPA dilakukan oleh ustad dengan siswa anak anak dari 3s.d 12 tahun yang memiliki kurikulum dari departemen agama, pembahasannya yaitu berupa belajar mengaji, menulis arab, kaligrafi, aqidah akhlak, fiqih dll. Adanya TPA karena orang tua siswa tidak puas akan pembelajaran agama di sekolah sehingga TPA dilakukan sore hari setelah shalat Ashar. Dengan metode edukatif yang mengkedepankan penyampaian seperti seminar, workshop, dll akan efektif dalam menjelaskan dalam penyampaian kepada masyarakat sasar. Luaran pengabdian masyarakat ini adalah berupa model dan metode pembelajaran dan pengadaan sarana adalah solusi untuk penyampaian materi lebih cepat tersampaikan selain itu dengan model pembelajaran yang beragam akan pembelajaran dikelas menjadi menyenangkan.


evaluasi dalam kegiat ini terdapat kesalahan pada pelaksaanaan TPA sebelum dilakukannya kegiatan, yaitu KBM (Kegiatan belajar mengajar) tidak sesuai aturan atau sekeinginan masyarakat, Siswa yang masih sedikit dan pengajar yang terbatas hal tersebut akan tercover jika membuat kurikulum – silabus yang di sesuaikan dengan kemenag, membuat strategi pembelajaran sedangkan untuk majelis masih sekitar 60 % warga aldiva tidak begitu tertari pada kajian rutin, paparan atau penjelasan pengajar masih kurang dimengerti (terlalu cepat) perlu pelatihan dan acara majelis yang lebih menarik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya Media Ajar Montessori Dibidang Particle Life untuk Sekolah Taman Kanak-Kanak

UPAYA MEMPERKENALKAN DESAIN PERMAINAN KOGNITIF “LILLABO” DENGAN METODE MONTESSORI DI TAMAN KANAK KANAK

memulai ide dalam berkarya